Memahami Makna Mabrur
Pertanyaan terbesar bagi setiap jamaah yang pulang dari Tanah Suci adalah: “Bagaimana kita tahu umroh kita diterima Allah SWT?”
Istilah “mabrur” (mabruur) secara syar’i berarti ibadah yang diterima dan dibalas kebaikannya oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim). Meskipun hadis ini menyebut Haji, para ulama sepakat bahwa Umroh Mabrur juga memiliki janji pahala yang serupa.
Ciri utama umroh mabrur sangatlah sederhana: ia tidak hanya terlihat di Mekkah, tetapi juga setelah kita pulang ke tanah air. Salah satu cara menjaga kualitas hati saat ibadah adalah memperbanyak doa. Beberapa panduan doanya bisa dipelajari pada artikel Doa Umroh Mabrur.
Mari kita telusuri ciri-ciri yang menjadi tanda penerimaan ibadah Anda.
Ciri-Ciri Saat Pelaksanaan Umroh (Di Tanah Suci)
Ciri-ciri ini merupakan fondasi yang harus kita usahakan saat berada di Tanah Suci. Kualitas pelaksanaan ibadah Anda adalah penentu awal kemabruran.
1. Pelaksanaan Sesuai Tuntunan Syariat
Umroh harus dilaksanakan sesuai kaidah ilmu, bukan ikut-ikutan. Pastikan Anda melaksanakan rukun dan wajib umroh dengan benar, serta menjauhi hal yang dilarang saat ihram. Pemahaman yang benar dapat Anda peroleh melalui program Manasik Umroh intensif kami sebelum keberangkatan.
2. Penuh Kekhusyukan dan Keikhlasan
Niat adalah kunci. Umroh Mabrur lahir dari niat yang tulus hanya karena Allah, bukan karena riya (ingin dilihat orang) atau mencari pujian.
3. Banyak Sedekah dan Menebar Kebaikan
Kebaikan saat umroh mencakup aspek sosial seperti membantu jamaah lain dan menjauhi perdebatan.
4. Memperbanyak Shalat di Masjidil Haram dan Nabawi
Waktu adalah emas; Anda akan selalu berusaha berada di masjid untuk shalat fardhu dan sunnah, terutama jika Anda melakukan Umroh Ramadhan.
Selain itu, Anda juga akan lebih memahami pentingnya tata cara ibadah penutup seperti Thawaf Wada.
Ciri-Ciri Setelah Kepulangan Umroh (Dalam Kehidupan)
Ini adalah bukti nyata: istiqamah (konsisten) dalam perubahan. Kemabruran diukur dari perilaku setelah kembali ke rumah.
1. Perubahan Kualitas Ibadah
Jamaah lebih rajin shalat berjamaah dan semangat menjaga amalan sunnah.
2. Perbaikan Akhlak dan Muamalah
Lebih lembut, mudah memaafkan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
3. Menghindari Maksiat dan Dosa
Muncul rasa enggan untuk kembali ke perbuatan dosa sebelumnya.
4. Lebih Peduli Terhadap Sesama
Semangat bersedekah dan membantu orang lain meningkat.
5. Semangat Mencari Ilmu Agama
Keinginan untuk mempelajari Al-Qur’an dan hadis semakin menguat.
6. Tidak Kembali ke Duniawi
Hati tidak mudah terpikat urusan dunia dan lebih fokus pada akhirat.
Menjaga Kemabruran
Umroh Mabrur bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal baru menuju istiqamah.
- Cari Circle yang Baik
- Jaga Hubungan Hati
- Evaluasi Rutin
Untuk pengalaman ibadah yang penuh keberkahan, Anda dapat mempertimbangkan Umroh Ramadhan.
Mari kita senantiasa berdoa agar perjalanan kita diterima oleh Allah SWT.